Mau cari apa ? ketik disini

Tampilkan postingan dengan label Tokoh / Biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh / Biografi. Tampilkan semua postingan

Biografi Bung Tomo



Biografi Bung TomoBung Tomo lahir pada tanggal 3 Oktober 1920 di Surabaya- Jawa Timur. Masyarakat Indonesia lebih mengenalnya dengan nama panggilan Bung Tomo meskipun ia memiliki nama lengkap Sutomo. Ia sangat di kenal dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada saat Indonesia yang baru merdeka melawan penjajah tentara NICA. Terutama pertempuran yang terjadi tanggal 10 November 1945. Bahkan hingga saat ini, tanggal tersebut di peringati sebagai Hari Pahlawan. 
Bung Tomo di lahirkan di kampung Blauran – Surabaya. Beliau lahir  dari seorang ayah bernama Kartawan Tjiptowidjojo. Ayahnya merupakan termasuk golongan kelas menengah. Pernah bekerja sebagai pegawai pemerintah, perusahaan swasta, dan perusahaan ekspor – import Belanda. Sedangkan Ibunya keturunan Jawa Tengah, Sunda dan Madura.
Keluarga Bung Tomo sangat menghargai sekali akan pendidikan. Sehingga pembawaannya sangat lugas dan bersemangat. Namun pada usia nya 12 tahun, Bung Tomo terpaksa harus meninggalkan pendidikannya di MULO. Kemudian begitu juga dengan pendidikan HBS, Ia selesaikan dengan cara korespondensi, meskipun tidak secara resmi selesainya.
Bung Tomo bercerita bahwa rasa  nasionalisnya Ia dapatkan pertama dari keluarga, terutama dari kakeknya. Kemudian Ia dapatkan dari pendidikannya di Kepanduan Bangsa Indonesia. Pada usianya ke 17 tahun, ia memperoleh peringkat Pandu Garuda. Sebauh peringkat yang sangat berharga karena berarti Bung Tomo menjadi orang kedua di Hindia Belanda.
Biografi Bung Tomo Peristiwa yang sangat penting itu terjadi pada bulan Oktober dan November 1945. Saat itu Surabaya sedang di gempur habis-habisan oleh tentara NICA. Melalui radio, Bung Tomo membangkitan semangat rakyat Surabaya. Ia membakar semangat pemuda Surabaya dengan nada pidatonya yang penuh dengan emosi. Meskipun akhirnya rakyat Surabaya tidak menang melawan tentara NICA. Namun tetap saja, sampai saat ini rakyat Surabaya dan Indonesia mengenang kejadian tersebut.
Peran Bung Tomo kemudian berlanjut setelah perjuangan kemerdekaan di proklamasikan. Di tahun 1950-an  Bung Tomo terjun ke dunia politik kemudian pada ia juga pernah menjadi Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata/Veteran dan sekaligus menjabat sebagai Menteri Sosial Ad Interim antara tahun 1955-1956. Setelah itu peranannya di pemerintah di lanjutkan dengan menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada tahun 1956-1959 yang di usung oleh Partai Rakyat Indonesia.
Ternyata dalam perjalanan hidup Bung Tomo, ia pernah mendekam di penjara akibat berbeda pendapat dengan pemerintah Soeharto. Pada tanggal 11 April 1978 ia di penjara meskipun setahun kemudian ia di lepaskan kembali.
Bung Tomo merupakan pribadi yang shaloh dan taat akan agamanya. Bung Tomo meninggal dunia ketika sedang melaksanakan ibadah haji di Padang Arafah pada tanggal 7 Oktober 1978. Bung Tomo di makamkan di Tempat Pemakaman Umum di Ngagel Surabaya.
Demikian Semoga Bermanfaat
Terima Kasih

Biografi GusDur KH. Abdurrahman Wahid Presiden Ke 4 Indonesia

Biografi Gusdur


Biografi Gusdur : Kelahiran dan Pendidikan


Gusdur adalah panggilan akrab dari Abdurrahman Wahid. Gusdur merupakan presiden ke empat menggantikan presiden sebelumnya BJ Habibie. Gusdur lahir pada tanggal 7 september 1940 di Jombang Jawa Timur. Nama lahir Gusdur adalah Aburrahman Addkhil namun lebih di kenal dengan nama Abdurrahman Wahid. Gusdur adalah anak pertama dari enam bersaudara.

Sedangkan Abdurrahman Addakhil sendiri memiliki arti sang penakluk. Kemudian nama panggilan akrabnya adalah Gus Dur yang artinya Gus adalah panggilan kehormatan khusus bagi anak kiyai, sama dengan panggilan abang atau mas. Hanya Gus jauh lebih terhormat.

Orang tua Gusdur adalah tokoh islam yang terkenal, ayah Gusdur bernama K.H Wahid Hasyim dan ibunya adalah Ny.Hj Solichah. Keduanya adalah tokoh islam di Jombang Jawa Timur. Serta keluarga Gusdur merupakan keturunan orang terhormat dalam kalangan muslim NU. Karena kakeknya yaitu K.H Hasyim Asyari adalah seorang pendiri organisasi islam Nahdlatul Umat (NU). Sedangkan kakek dari ibunya, yaitu K.H Bisri Syansuri adalah pengajar pesantren yang sangat di segani.

Ayah Gusdur sendiri yaitu K.H Wahid Hasyim sendiri merupakan seorang tokoh nasional karena tercatat sebagai salah satu yang aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1949 ayah Gusdur di percaya untuk mejadi menteri agama pertama republik Indonesia. Ibunya Gusdur, Ny.Hj Sholihah adalah putri dari pendiri pondok pesantren terkenal, Denanyar Jombang Jawa Timur.


Biografi Gusdur : Masa Pendidikan



Gusdur pindah ke Jakarta tahun 1949 mengikuti ayahnya yang menjabat sebagai Menteri Agama pertama. Gusdur masuk sekolah SD Matraman Perwari. Kemudian memilih tetap terus untuk tinggal di Jakarta meskipun pada tahun 1952 ayahnya sudah tidak lagi menjabat menteri agama.

Dari awal masuk SD, Gusdur sudah di ajarkan dan di arahkan untuk banyak membaca buku-buku umum. Ayahnya tentu ingin supaya Gusdur memiliki pengetahuan dan pandangn yang luas tentang hidup. Tidak sebatas hanya seputar ilmu yang terdapat dalam kitab kuning. Sampai hari yang menyedihkan itu tiba, pada Aprip 1953 ayah Gusdur meninggal dunia karena kecelakaan mobil dalam perjalanan antara Bandung-Cimahi Jawa Barat.

Setahun setelah ayahnya meninggal, yaitu 1954 Gusdur meneruskan pendidikan ke jenjang bangku SMP. Sayang ia tidak naik kelas, namun bukan karena alasan akademik. Kemudian ibunya mengirim Gusdur untuk masuk pesantren sambil melanjutkan sekolah SMP di Yogyakarta. Ia belajar di pondok pesantren krapyak pimpinan K.H Ali Maksum.

Gusdur lulus SMP tahun 1957. Seterusnya ia melanjutkan pindah ke Magelang untuk menimba ilmu di pesantren Tegalrejo. Dua tahun kemudian Gusdur sudah mampu menyelesaikan pendidikannya, hal yang luar biasa, Gusdur mulai menunjukan kecerdasannya. Karena biasanya pendidikan di pesantren ini harus di tempuh selama empat tahun.

Di tahun 1959 Gusdur meneruskan ke Pesantren Tambakberas di Jombang. Selain terus menuntut ilmu, ia juga mulai mengabdi sebagai pengajar. Kemudian berlanjut menjadi kepala sekolah madrasah. Di samping itu, ia juga mulai memperllihatkan kemampuan menulisnya. Tercatat ia mulai menulis sebagai jurnalis di harian Majalah Budaya Jaya dan Horizon.

Pada tahun 1963 Gusdur memulai menempuh pendidikan di luar negeri. Gusdur menerima beasiswa dari Kementerian Agama dan di kirim untuk belajar di Kairo Mesir pada Universitas Al-Azhar. Selanjutnya ia pindah ke Irak untuk belajar di Universitas Baghdad pada tahun 1966. Di sana ia aktif di organisasi Asosiasi Pelajar Indonesia dan juga aktif menulis di majalah Asosiasi Pelajar tersebut.

Setelah selesai dari Universitas Baghdad. Gusdur banyak berkeliling ke beberapa negara di antaranya ke Belanda, Jerman dan Perancis sebelum berikutnya ia kembali ke Indonesia di tahun 1970.
Gusdur menikah dengan Sinta Nuriyah dan dari pernikahannya ia karuniai empat orang putri yaitu : Alissa Qotrunnada, Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid), Anita Hayatunnufus, Inayah Wulandari.



Biografi Gusdur : Masa Karir



Setelah kembali dari luar negeri, Gusdur mulai meniti karirnya dengan bergabung dengan Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES). Dengan kemampuan menulisnya yang baik, ia juga meneruskan untuk menulis dan mengirim tulisannya ke beberapa surat kabar yang ada saat itu. Ternyata ini membuat namanya mulai di kenal, sehingga membuat dirinya menerima banyak tawaran untuk mengisi acara-acara seperti diskusi maupun seminar dari Jakarta. Ia harus bolak-balik antara Jombang-Jakarta.

Kemudian pada tahun 1977 Gusdur bergabung dengan Universitas Hasyim Asyari. Ia menjabat sebagai dekan Fakultas Praktek dan Kepercayaan. Namun sebelum itu dan dari beberapa literatur yang penulis dapat, dari tahun 1974 sampai 1977 Gusdur mengalami kesulitan finansial karena saat itu ia hanya bisa mengandalkan dari satu sumber penghasilan saja. Sampai-sampai ia harus berjualan es dan kacang.

Walaupun secara pribadi Gusdur ingin mengembangkan ilmunya dalam kancah umum. Namun ternyata latar belakang NU dari orang tuanya menarik ia untuk aktif di organisasi tersebut. Gusdur menolak tawaran dari para pengurus NU sampai tiga kali. Sampai terakhir yang ketiga kali kakeknya sendiri yang meminta dan membuat Gusdur tidak bisa lagi menolak. Serta di tahun 1982 Gusdur terjun langsung dalam ranah kancah politik, ia ikut berkampanye bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP). PPP sendiri merupakan partai gabungan dari empat partai islam termasuk di dalamnya Nahdlatul Umat (NU).

Pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di tanggal 20 oktober 1999, Gusdur terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia ke empat menggantikan BJ Habibie. Gasdur mendapat 373 suara, mengalahkan saingannya Megawati Soekarnoputri yang mendapat 313 suara. Dan sebelumnya MPR juga menolak pertanggung jawaban mantan Presiden BJ Habibie.

Pada tanggal 23 Juli 2001, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melakukan sidang istimewa dan memakzulkan kepresidenan Gusdur. MPR menunjuk Megawati Soekarnoputri sebagai penggantinya. Tanggal 25 Juli 2001 Gusdur harus berangkat ke Amerika Serikat karena kendala kesehatannya.

Gusdur menderita beberapa penyakit : stroke, diabetes dan gangguan ginjal. Sampai pada 30 desember 2009 pukul 18:45 WIB, Gusdur meninggal dunia di rumah sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Gusdur di makamkan di Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.

Demikian Semoga Bermanfaat
Terima Kasih

REQUEST ONLY!!! ASK ME AND GET YOUR FILE!!! just for first 2

hey, ask me a file for you and i will give it to you come on fast! write in the comment box bellow

mintalah 1 file untuk anda yang anda butuhkan, cepatlah hanya untuk 2 orang tercepat

Biografi Lengkap Ir. Soekarno Presiden pertama Republik Indonesia

Info lengkap tentang Presiden Soekarno termasuk profil, biodata, biografi Soekarno serta foto beliau. Nah khusus bagi kalian yang ingin mengenal lebih dalam dengan sosok tokoh proklamator kemerdekaan sekaligus presiden pertama Indonesia ini, disini bisa dibaca informasi lengkap mengenai dirinya. Mulai dari biography, data keluarga, riwayat pendidikan, kiprah politik hingga penghargaan-penghargaan yang pernah diraihnya. Yuk disimak...

ir soekarno

BIODATA

Nama lahir : Koesno Sosrodihardjo
Nama lengkap : Dr. Ir. Soekarno (bacaan: Sukarno)
Nama akrab : Bung Karno / Pak Karno
Agama : Islam
Tempat & Tgl lahir : Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901
Tempat & Tgl meninggal : Jakarta, 21 Juni 1970
Ayah : Raden Soekemi Sosrodihardjo
Ibu : Ida Ayu Nyoman Rai
Istri : - Oetari (1921–1923)
        - Inggit Garnasih (1923–1943)
        - Fatmawati (1943–1956)
        - Hartini (1952–1970)
        - Kartini Manoppo (1959–1968)
        - Ratna Sari Dewi (1962–1970)
        - Haryati (1963–1966)
        - Yurike Sanger (1964–1968)
        - Heldy Djafar (1966–1969)
Anak : - Guntur Soekarnoputra
           - Megawati Soekarnoputri
           - Rachmawati Soekarnoputri
           - Sukmawati Soekarnoputri
           - Guruh Soekarnoputra (dari Fatmawati)
           - Taufan Soekarnoputra
           - Bayu Soekarnoputra (dari Hartini)
           - Totok Suryawan (dari Kartini Manoppo)
           - Kartika Sari Dewi Soekarno (dari Ratna Sari Dewi)
Profesi : Insinyur , Politikus
Kebangsaan : Indonesia
Zodiak : Gemini


BIOGRAFI

Ketika dilahirkan, Soekarno diberikan nama Koesno Sosrodihardjo oleh orangtuanya. Namun karena ia sering sakit maka ketika berumur lima tahun namanya diubah menjadi Soekarno oleh ayahnya. Nama tersebut diambil dari seorang panglima perang dalam kisah Bharata Yudha yaitu Karna. Nama "Karna" menjadi "Karno" karena dalam bahasa Jawa huruf "a" berubah menjadi "o" sedangkan awalan "su" memiliki arti "baik".

Di kemudian hari ketika menjadi presiden, ejaan nama Soekarno diganti olehnya sendiri menjadi Sukarno karena menurutnya nama tersebut menggunakan ejaan penjajah (Belanda). Ia tetap menggunakan nama Soekarno dalam tanda tangannya karena tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang tercantum dalam Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang tidak boleh diubah. Sebutan akrab untuk Soekarno adalah Bung Karno. Namun, di beberapa negara Barat, nama Soekarno kadang-kadang ditulis Achmed Soekarno.

soekarno
Ir. Soekarno adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945–1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno adalah yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.

Soekarno atau yang biasa dipanggil Bung Karno lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dengan Ida Ayu Nyoman Rai. Ayah Soekarno adalah seorang guru. Raden Soekemi bertemu dengan Ida Ayu ketika dia mengajar di Sekolah Dasar Pribumi Singaraja, Bali.

Soekarno hanya menghabiskan sedikit masa kecilnya dengan orangtuanya hingga akhirnya dia tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur. Soekarno pertama kali bersekolah di Tulung Agung hingga akhirnya dia ikut kedua orangtuanya pindah ke Mojokerto.

Di Mojokerto, ayahnya memasukan Soekarno ke Eerste Inlandse School. Di tahun 1911, Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hoogere Burger School (HBS).

Setelah lulus pada tahun 1915, Sukarno melanjutkan pendidikannya di HBS, Surabaya, Jawa Timur. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para tokoh dari Sarekat Islam, organisasi yang kala itu dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto yang juga memberi tumpangan ketika Soekarno tinggal di Surabaya.

Dari sinilah, rasa nasionalisme dari dalam diri Soekarno terus menggelora. Di tahun berikutnya, Soekarno mulai aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Darmo yang dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo. Nama organisasi tersebut kemudian Soekarno ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918.

Di tahun 1920 seusai tamat dari HBS, Soekarno melanjutkan studinya ke Technische Hoge School (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung) di Bandung dan mengambil jurusan teknik sipil.

Saat bersekolah di Bandung, Soekarno tinggal di kediaman Haji Sanusi yang merupakan anggota Sarekat Islam dan sahabat karib Tjokroaminoto. Melalui Haji Sanusi, Soekarno berinteraksi dengan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo dan Dr Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.

Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung yang diinspirasi dari Indonesische Studie Club (dipimpin oleh Dr Soetomo). Algemene Studie Club merupakan cikal bakal berdirinya Partai Nasional Indonesia pada tahun 1927.

bung karno

Bulan Desember 1929, Soekarno ditangkap oleh Belanda dan dipenjara di Penjara Banceuy karena aktivitasnya di PNI. Pada tahun 1930, Soekarno dipindahkan ke penjara Sukamiskin. Dari dalam penjara inilah, Soekarno membuat pledoi yang fenomenal, Indonesia Menggugat.

Soekarno dibebaskan pada tanggal 31 Desember 1931. Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap oleh Belanda pada bulan Agustus 1933 dan diasingkan ke Flores. Karena jauhnya tempat pengasingan, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional lainnya.

Namun semangat Soekarno tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hasan. Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu. Soekarno baru benar-benar bebas setelah masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.

Di awal kependudukannya, Jepang tidak terlalu memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia hingga akhirnya sekitar tahun 1943 Jepang menyadari betapa pentingnya para tokoh ini. Jepang mulai memanfaatkan tokoh pergerakan Indonesia dimana salah satunya adalah Soekarno untuk menarik perhatian penduduk Indonesia terhadap propaganda Jepang.

Akhirnya tokoh-tokoh nasional ini mulai bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk dapat mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang tetap melakukan gerakan perlawanan seperti Sutan Sjahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya.

Soekarno sendiri mulai aktif mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, di antaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar-dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan.

Pada bulan Agustus 1945, Soekarno diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara ke Dalat, Vietnam. Marsekal Terauchi menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia merdekan dan segala urusan proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah tanggung jawab rakyat Indonesia sendiri.

Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Para tokoh pemuda dari PETA menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena pada saat itu di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan.

Ini disebabkan karena Jepang telah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan beberapa tokoh lainnya menolak tuntutan ini dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang.

Pada akhirnya,Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional lainnya mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Berdasarkan sidang yang diadakan oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) panitia kecil untuk upacara proklamasi yang terdiri dari delapan orang resmi dibentuk.

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya. Teks proklamasi secara langsung dibacakan oleh Soekarno yang semenjak pagi telah memenuhi halaman rumahnya di Jl Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dikukuhkan oleh KNIP.

Kemerdekaan yang telah didapatkan ini tidak langsung bisa dinikmati karena di tahun-tahun berikutnya masih ada sekutu yang secara terang-terangan tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan bahkan berusaha untuk kembali menjajah Indonesia.

Gencaran senjata dari pihak sekutu tak lantas membuat rakyat Indonesia menyerah, seperti yang terjadi di Surabaya ketika pasukan Belanda yang dipimpin oleh Brigadir Jendral A.W.S Mallaby berusaha untuk kembali menyerang Indonesia.

Rakyat Indonesia di Surabaya dengan gigihnya terus berjuang untuk tetap mempertahankan kemerdekaan hingga akhirnya Brigadir Jendral AWS Mallaby tewas dan pemerintah Belanda menarik pasukannya kembali. Perang seperti ini tidak hanya terjadi di Surabaya tapi juga hampir di setiap kota.

Republik Indonesia secara resmi mengadukan agresi militer Belanda ke PBB karena agresi militer tersebut dinilai telah melanggar suatu perjanjian Internasional, yaitu Persetujuan Linggajati.

Walaupun telah dilaporkan ke PBB, Belanda tetap saja melakukan agresinya. Atas permintaan India dan Australia, pada 31 Juli 1947 masalah agresi militer yang dilancarkan Belanda dimasukkan ke dalam agenda rapat Dewan Keamanan PBB, di mana kemudian dikeluarkan Resolusi No 27 tanggal 1 Agustus 1947, yang isinya menyerukan agar konflik bersenjata dihentikan.

Atas tekanan Dewan Keamanan PBB, pada tanggal 15 Agustus 1947, Pemerintah Belanda akhirnya menyatakan akan menerima resolusi Dewan Keamanan untuk menghentikan pertempuran.

presiden soekarno

Pada 17 Agustus 1947, Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Belanda menerima Resolusi Dewan Keamanan untuk melakukan gencatan senjata dan pada 25 Agustus 1947 Dewan Keamanan membentuk suatu komite yang akan menjadi penengah konflik antara Indonesia dan Belanda.

Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno kembali diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS.

Karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali diubah menjadi Republik Indonesia dimana Ir Soekarno menjadi Presiden dan Mohammad Hatta menjadi wakilnya.

Pemberontakan G30S/PKI melahirkan krisis politik hebat di Indonesia. Massa dari KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dan KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia) melakukan aksi demonstrasi dan menyampaikan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) yang salah satu isinya meminta agar PKI dibubarkan.

Namun, Soekarno menolak untuk membubarkan PKI karena menilai bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan pandangan Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme).

Sikap Soekarno yang menolak membubarkan PKI kemudian melemahkan posisinya dalam politik. Lima bulan kemudian, dikeluarkanlah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang ditandatangani oleh Soekarno dimana isinya merupakan perintah kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan yang perlu guna menjaga keamanan pemerintahan dan keselamatan pribadi presiden.

Surat tersebut lalu digunakan oleh Soeharto yang telah diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat untuk membubarkan PKI dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang. MPRS pun mengeluarkan dua Ketetapannya, yaitu TAP No IX/1966 tentang pengukuhan Supersemar menjadi TAP MPRS dan TAP No XV/1966 yang memberikan jaminan kepada Soeharto sebagai pemegang Supersemar untuk setiap saat bisa menjadi presiden apabila presiden sebelumnya berhalangan.

Pada 22 Juni 1966, Soekarno membacakan pidato pertanggungjawabannya mengenai sikapnya terhadap peristiwa G30S. Pidato pertanggungjawaban ini ditolak oleh MPRS hingga akhirnya pada 20 Februari 1967 Soekarno menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan di Istana Merdeka.

Hari Minggu, 21 Juni 1970 Presiden Soekarno meninggal dunia di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto, Jakarta. Presiden Soekarno disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan kemudian dimakamkan di Blitar, Jawa Timur berdekatan dengan makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah kemudian menetapkan masa berkabung selama tujuh hari.

Ir Soekarno adalah seorang sosok pahlawan yang sejati. Dia tidak hanya diakui berjasa bagi bangsanya sendiri tapi juga memberikan pengabdiannya untuk kedamaian di dunia. Semua sepakat bahwa Ir Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Ir Soekarno adalah bapak bangsa yang tidak akan tergantikan.

soekarno dan fatmawati
Soekarno dan Fatmawati (istri)

PENDIDIKAN
  • Pendidikan sekolah dasar di Eerste Inlandse School, Mojokerto
  • Pendidikan sekolah dasar di Europeesche Lagere School (ELS), Mojokerto (1911)
  • Hoogere Burger School (HBS) Mojokerto (1911-1915)
  • Technische Hoge School, Bandung (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung) (1920)

PENGHARGAAN
  • Gelar Doktor Honoris Causa dari 26 universitas di dalam dan luar negeri antara lain dari Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin, Institut Agama Islam Negeri Jakarta, Columbia University (Amerika Serikat), Berlin University (Jerman), Lomonosov University (Rusia) dan Al-Azhar University (Mesir).
  • Penghargaan bintang kelas satu The Order of the Supreme Companions of OR Tambo yang diberikan dalam bentuk medali, pin, tongkat, dan lencana yang semuanya dilapisi emas dari Presiden Afrika Selatan, Thabo Mbeki, atas jasa Soekarno dalam mengembangkan solidaritas internasional demi melawan penindasan oleh negara maju serta telah menjadi inspirasi bagi rakyat Afrika Selatan dalam melawan penjajahan dan membebaskan diri dari politik apartheid. Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Kantor Kepresidenan Union Buildings di Pretoria (April 2005).

Nah itulah bro/sis.. ulasan lengkap mengenai sejarah hidup atau biografi Presiden Soekarno, termasuk biodata, data keluarga, riwayat pendidikan dan penghargaan yang pernah diraih. Selengkapnya tentang profil atau biography Sukarno, silahkan baca di situs Wikipedia atau Merdeka.

Salam MERDEKAAA!!

ISLAM QUOTES